Categories
Uncategorized

Dampak Negatif Sering Bermain Judi Togel Online pada Remaja

Dampak Negatif Sering Bermain Judi Togel Online pada Remaja
Dampak Negatif Sering Bermain Judi Togel Online pada Remaja

Agen Judi togel – Remaja adalah julukan bagi mereka yang baru saja menginjak usia yang tak lagi disebut bocah. Kategori remaja mengacu pada orang-orang yang sudah melewati masa pubertas mereka di usia belasan tahun hingga menjelang dewasa, sekitar dua puluh tahun. Pada masa remaja, di usia mereka inilah saat-saat yang paling krusial untuk pencarian jati diri.

Ketika masih dalam usia remaja, proses menuju tahap dewasa masih sangat butuh pegangan sehingga ada kebingungan yang cenderung dialami ketika akan melakukan suatu hal. Saat masih remaja, biasanya mereka akan memiliki rasa ingin tahu yang berlebihan, ketakutan yang berlebihan hingga keberanian yang berlebihan pula.

Padahal, bahwasanya, segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik dan harus sesuai dengan takarannya. Rasa ingin tahu pada diri remaja yang berlebihan ini, secara alami akan mengajak mereka untuk melakukan hal-hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Mereka akan terlalu menantang diri sendiri dan bersikap terlalu berani dengan mencoba hal-hal baru.

Dampak Negatif Sering Bermain Judi Togel Online pada Remaja

Mencoba hal-hal baru yang dilakukan oleh para remaja ini tak lepas dari mencoba hal buruk dan juga hal baik. Jika mereka tidak mempunyai pegangan atau kontrol diri yang baik, biasanya mereka akan terjerumus ketika satu kali mencoba hal buruk dan ketagihan sesudahnya. Maka dari itu, pengawasan dan pendampingan pada anak usia remaja masih sangat diperlukan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Salah satu hal buruk yang rentan dicoba oleh mereka-meraka yang masih berada pada usia remaja salah satunya adalah bermain judi online. Bermain di Agen judi togel pada dasarnya hanya untuk bersenang-senang saja, misalnya berawal dari ajakan kawan untuk bertaruh mengenai pertandingan bola, togel Sydney dan dari situ akan merambat kemana-mana.

Jika terlalu sering bertaruh atau bermain judi, entah itu dalam bentuk permainan kartu judi, pertaruhan pertandingan-pertandingan olah raga hingga pertandingan dan acara tertentu, semuanya tidak dianjurkan. Dampak negatif yang timbul dari keseringan bermain judi pada remaja pun tidak main-main efeknya, berikut ulasannya.

Kecanduan Karena Menang Menuntun pada Kemalasan

Namanya permainan, pada dasarnya bermain judi hanya membicarakan tentang kemenangan dan kekalahan. Yang kalah akan kehilangan barang atau harta taruhannya sedangkan yang menang akan mendapatkan jumlah dua kali lipat atau bahkan berkali-kali lipat dari barang atau harta yang sudah dia pasang di awal sebagai pertaruhan.

Jika menang, maka efek yang timbul pada keadaan psikis remaja adalah rasa kecanduan karena pada dasarnya, usia remaja masih sangat suka bersenang-senang. Mereka masih dalam fase atau masa peralihan untuk melepas masa kanak-kanak mereka yang penuh dengan canda tawa, bermain tanpa memikirkan diri sendiri dan orang sekitar dan sangat suka bersenang-senang.

Maka dari itu, ketika para remaja ini mencoba permainan judi untuk pertama kali dan mereka memenangkan permainan tersebut, efek yang timbul adalah kesenangan karena bermain dan mendapatkan untung walau tidak melakukan kerja keras sebagai balasannya.

Hal tersebut sangat berbahaya jika diteruskan karena dapat menumbuhkan sifat kemalasan yang besar pada anak-anak yang masih berusia remaja tersebut. Seharusnya, mereka diajarkan untuk mempersiapkan masa dewasa dan tumbuh menjadi pribadi yang tanggung jawab. Namun, karena mengenal judi semenjak remaja, permainan terlarang itu hanya akan menghancurkan potensi baik yang ada pada diri mereka dan merubah para remaja ini menjadi pribadi yang malas dan tak mau bekerja keras.

Kecanduan Karena Kalah Menuntun pada Rasa Frustasi

Masih membahas pada hakikat dasar permainan judi. Jika para pemain yang memenangkan judi akan merasakan dampak negative rasa kemalasan yang teramat sangat, maka bagaimana dengan mereka yang merasakan kekalahan dalam permainan?

Tentu saja di dunia ini tidak ada seorang pun yang senang dan ingin merasakan kekalahan, apalagi jika kekalahan tersebut mengharuskan mereka untuk kehilangan suatu barang atau harta yang sudah disiapkan dan dijanjikan di awal untuk bahan taruhan. Tidak mendapat untung, yang ada malah selalu rugi.

Untuk mereka yang masih berusia remaja, mengalami kekalahan akan benar-benar memukul keadaan psikis mereka karena pada dasarnya, di usia remaja, mereka masih belum bisa mengontrol emosi dan menerima kekalahan secara baik dan lapang dada seperti layaknya orang-orang yang sudah dewasa.

Pada usia rentan tersebut, biasanya remaja yang mengalami kekalahan dalam berjudi akan membuatnya merasa frustasi. Perasaan frustasi yang muncul ini bukannya membawa mereka untuk berhenti dan bertobat, melainkan malah membuat mereka ingin melakukannya lagi agar mendapatkan kemenangan dan membalas akan kekalahan yang mereka alami.

Hal tersebut sangatlah berbahaya jika dibiarkan saja. Maka dari itu, bermain judi benar-benar dilarang untuk remaja dan bahkan siapa saja yang mencoba berpikir untuk mencari untung dengan memainkannya.

Ketika menang sekali dan kalah-kalah berkali-kali, hal ini hanya akan memancing para pelaku permainan judi terjebak dalam lingkaran setan yang membuat mereka terus-menerus memainkannya dengan perasaan frustasi.

Terlibat Konflik dengan Orang Tua

Untuk anak-anak yang masih berada di usia remaja, mereka adalah anak-anak yang tentu saja masih belum memiliki penghasilan sendiri dan biasanya masih duduk manis di usia bangku sekolah menengah pertama hingga menengah atas hingga bahkan ada juga yang berada pada semester awal masa perkuliahan.

Karena masih menuntut ilmu dan berada pada usia wajib belajar, maka tidak mungkin dari mereka memiliki pekerjaan atau penghasilan sendiri. Mengingat bahwa mereka belum menamatkan pendidikan mereka. Jika para remaja tersebut melakukan permainan judi, tentu saja yang dijadikan sasaran untuk meminta modal adalah sosok kedua orang tua.

Setelah satu kali saja mereka merasakan kalah dalam bermain judi, hal itu akan membuat mereka terus mengejar orang tua agar memberikan modal untuk bisa melakukan judi hingga akhirnya berujung pada konfilk antara orang tua dan anak. Untuk itu, sebisa mungkin, hindari bermain judi dan awasi terus anak-anak remaja anda agar tak terjerumus ke dalamnya.

Leave a Reply