Categories
Uncategorized

Pelarangan Judi Di Indonesia

Getprintersolution.com – Judi merupakan perbuatan tercela yang semakin hari semakin bertambah pelakunya. Hal ini dikarenakan judi dilakukan dengan cuma-cuma melalui permainan khusus namun menghasilkan keuntungan yang cukup menggiurkan. Akan tetapi, menurut agama dan negara mendapatkan uang dari perjudian tidak dapat dibenarkan dan hukumnya haram.

Hal itu dikarenakan judi tidak melalui proses usaha yang sepadan dengan hasil yang didapatkan. Idealnya, setiap rezeki harus diusahakan agar bisa didapatkan. Tak hanya dari segi tersebut, judi dilarang karena akan merugikan banyak pihak terutama pelaku itu sendiri. Lambat laun, harta mereka akan habis untuk berjudi namun hasilnya belum tentu bisa didapatkan.

Berawal dari taruhan-taruhan kecil, kemudian judi dapat berkembang menjadi perbuatan lain yang akan merugikan pelakunya. Selain pelakunya, keluarga serta orang disekitarnya akan sangat dirugikan pula. Untuk itu, pelarangan judi sangat perlu diberlakukan dengan terus menerus agar pelaku perjudian bisa diminimalisir.

Di Indonesia sendiri, judi diatur dalam beberapa pasal yang ada dalam Undang-undang. Hampir semua pasal tersebut menyebutkan bahwa pelaku judi dapat dikenakan hukuman pidana selama kurun waktu tertentu dan dikenakan denda dengan nominal yang sangat tinggi. Aturan tersebut menandakan pemerintah Indonesia tak main-main dengan aturan judi.

Sebelum dibuatkan aturan tersebut, aturan yang berlaku biasanya berupa aturan dan sanksi sosial di tengah masyarakat. Sanksi yang berlaku bisa berupa teguran atau bahkam diasingkan dari masyarakat dan keluarganya. Akan tetapi, seiring berkembangnya zaman sanksi tersebut semakin tidak dihiraukan dan tidak memberikan efek jera.

Pelarangan judi di Indonesia getprintersolution.com juga melibatkan berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari para ulama, ketua kampung serta tokoh penting lainnya. Biasanya, mereka memiliki pengaruh yang lebih kuat untuk melakukan penindasan tegas para penjudi. Para tokoh tersebut biasanya lebih berperan pada pemberian edukasi dan pendidikan mengenai bahaya judi.

Namun, sebagian diantaranya masih tidak menghiraukan pelarangan judi karena tidak adanya niat dalam dirinya yang kuat untuk menghindari berjudi. Salah satu bentuk judi yang paling tradisional ialah adanya judi sabung ayam. Mereka mengorbankan hewan yang tidak mengerti apapun untuk mendapatkan uang dengan cara yang tidak pantas.

Judi ini biasanya dilakukan di kampung-kampung atau sekitar perbatasan kota yang cukup jauh dari keramaian. Namun, tak jarang judi jenis ini dilakukan di tengah pemukiman warga. Padahal, warga disekitarnya akan merasa resah dengan adanya perjudian tersebut. Belum lagi suara bising yang dikeluarkan oleh mereka yang berkumpul dimana.

Dalam hal ini, ketua kampung atau ketua RT dan RW memiliki wewenang untuk menindak mereka. Pelarangan judi di daerah pemukiman tentunya akan melibatkan tokoh utama di daerah tersebut. Sebab, hal tersebut sudah mengganggu keamanan dan ketertiban di sekitar tempat tersebut.

Penindakan yang bisa dilakukan oleh ketua RT atau RW tersebut dapat berupa penutupan bahkan pembongkaran tempat berlangsungnya judi tersebut. Namun, jika para pelaku judi masih melakukan hal yang sama maka mau tidak mau warga dan pimpinannya harus melaporkannya ke pihak yang berwajib yaitu polisi.

Biasanya para penjudi akan melakukan hal buruk lain untuk menambah ramai suasana. Misalnya dengan menyalakan musik dengan keras bahkan sambil meminum minuman keras. Hal itulah yang membuat judi bisa dihilangkan sebagai tindak pidana. Aturan pelarangan judi itu sendiri sudah jelas dan perlu dipertegas.

Di daerah Aceh, kita mengenal hukuman islam yang diterapkan disana tanpa kecuali dan tanpa toleransi. Hukuman yang biasa diterapkan ialah hukuman cambuk. Hukuman ini berlaku bagi setiap tindakan melanggar hukum salah satunya ialah bagi para penjudi. Hukuman ini tak hanya berupa hukuman fisik, namun juga hukuman untuk psikis pelakunya juga.

Pelarangan judi di daerah Aceh memang sudah sangat tegas sejak zaman dahulu. Tak tanggung-tanggung, pelakunya bisa dicambuk hingga 30 kali cambukan. Ia akan dipertontonkan di depan banyak masyarakat saat ia dicambuk. Hal inilah yang membuat psikisnya pun ikut terkena hukuman dengan dipertontonkan di depan umum.

Bahkan tak jarang mereka yang terkena hukuman cambuk bisa pingsan akibat cambukan tersebut. Tak cukup sampai disana, para pelaku judi juga akan tetap di masukkan kedalam penjara sebagai bentuk mematuhi hukum di Indonesia. Dengan begitu, hukuman yang dikenakan bisa berlipat ganda agar pelaku bisa jera.

Jika hukuman tersebut bisa berlaku di seluruh Indonesia, nampaknya perbuatan judi bisa diminimalisir bahkan dihilangkan di seluruh Indonesia. Akan tetapi, setiap daerah memiliki hukum adat dan memiliki pemimpin yang berhak memutuskan aturan apa yang akan diterapkan. Namun, aturan pelarangan judi tersebut tetap menginduk pada aturan hukum di Indonesia.

Salah satu contoh adanya hukuman cambuk di Aceh untuk pelaku penjudian membuktikan bahwa judi sudah sangat dilarang dan tidak ada toleransi. Pelakunya tak hanya mendapat sanksi fisik, namun juga mentalnya pun dipertaruhkan. Hukuman tersebut cukup setimpal dengan keresahan yang dirasakan oleh keluarganya dan masyarakat sekitar.

Walaupun di daerah lain tidak menggunakan hukuman tersebut untuk pelaku judi, namun penerapan hukuman di daerah Aceh juga di dukung oleh daerah lain. Buktinya tidak ada daerah lain yang mengecam dan menyayangkan hukuman tersebut walaupun mereka belum bisa menerapkannya di daerah mereka masing-masing.

Pelarangan judi di Indonesia sudah sangat jelas dan nyata dengan adanya saksi serta hukuman yang berlaku. Namun, di sisi lain para pelaku judi semakin bertambah dan tidak merasa jika perbuatan judi yang dilakukan merupakan perbuatan yang salah. Jadi, kesadaran dari dalam dirinyalah yang dapat membuat aturan tersebut berjalan dengan sepatutnya.

Leave a Reply